FILM PENGABDI SETAN (Review). 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton!

SPOILER ALERT-MENGANDUNG KONTEN BOCORAN FILM

MV5BN2RhZGRhYzYtODQ2Ni00YTQ5LWE0ZjgtZTQ5OWFmMzhkZjY0XkEyXkFqcGdeQXVyMzMzNjk0NTc@._V1_
Via http://www.imdb.com

Menyambut Oktober dan Halloween, memang poster-poster film horor makin bertebaran. Sejalan dengan generasi galau yang sedang hobi bikin instastory sok puitis dengan foto hujan di jendela. Uw~. Trailer-trailer film pun makin membingungkan. Momen ini memang tiap tahunnya jadi ajang rilis film bergenre hantu-hantuan.

Salah satu film horor Indonesia yang lagi rame adalah Pengabdi Setan, garapan sutradara kondang Joko Anwar. Jujur saja pada awalnya agak ngemix mana film Pengabdi Setan dan mana film Gerbang Neraka. Awalnya saya kira itu sama, mengingat Joko Anwar, Tara Basro, dan Reza Rahardian pernah terlibat satu project serial HBO Asia berjudul Half Word. Ternyata Joko Anwar hanya menggandeng Tara Basro di film besutannya kali ini.

Film yang dapat 4 bintang IMDb ini nggak main-main. Kalau biasanya saya menonton film horor kecewa karena elemen ngerinya kurang, kali ini, jangan harap kalian bisa beristirahat dari kengerian selama 2 jam penuh. Pun ini bukan cuma soal jumpscare dan musik yang bikin jantung senam poco-poco. Makanya, saya breakdown 5 poin penting yang bisa kamu jadikan alasan kenapa setelah baca tulisan ini kamu harus segera pergi ke bioskop.

1. Ketika film horor lain hanya menyajikan penampakan dan musik yang mengagetkan, Pengabdi Setan punya plot yang luar biasa rapet

MV5BYjU5NjYyNzQtZDQ3Ny00Y2FkLWIyZGYtNzM5YzM3NDdjMjUxXkEyXkFqcGdeQXVyMzYzOTYxNzM@._V1_UY268_CR0,0,182,268_AL_

Seringkali kita keki menonton film horor di bioskop perkara sudah bayar mahal tapi di dalam cuma dikaget-kagetin. Sama, saya kadang begitu. Jumpscare itu ibarat makanan dia kerupuk, renyah doang tapi nggak ada gizinya. Habis dimakan pun nggak bikin kenyang. Beda dengan Pengabdi Setan yang, sumpah nggak bohong, ceritanya bagus. Plotnya mulus banget, lebih mulus dari kakinya Agnez Mo. Menceritakan soal keluarga dari mantan penyanyi kawakan di zamannya, yang jatuh miskin karena sang ibu yang merupakan superstar itu sudah mulai sakit-sakitan dan kehabisan uang royalti. Kemiskinan yang menjerat pun bisa jadi konflik tersendiri yang akhirnya jadi “karena” dari pertanyaan “kenapa nggak pindah rumah aja?”

2. Film ini memang remake dari film yang berjudul sama di tahun 1980an dulu. Tapi suwer deh, kamu nggak akan menemukan ‘penjiplakan’

PengabdiSetan.jpg

Di tahun 1980 film Pengabdi Setan besutan Sisworo Gautama Putra memang pernah mengudara.Tapi percayalah hanya soal “ide” film nya yang benar-benar sama. Kalau dirangkum film ini memang mengintisarikan tentang God vs Satan. Bagaimana manusia yang tidak memiliki kepercayaan, atau mungkin beragama tapi tak beribadah, yang justru meminta dan memohon seuatu pad kekuatan lain yang dianggap lebih nyata: setan. Himbauan dan nilai dakwah buat rajin beribadah seperti di film aslinya pun masih ada, tetapi dengan delivery yang lebih alus lagi.

3. Nggak usah khawatir kehabisan nafas sepanjang menonton, guyonan menggelitik juga disajikan dengan porsi yang pas dan umami

7-35c398f9c453149d810be61a326a5772

Layaknya film IT yang penuh elemen surprise dan dialog kocak, Pengabdi Setan juga punya komedinya tersendiri. Diawali dengan kehadiran Ian, anak bungsu si keluarga yang diceritakan, yang imut banget, innocent, tapi gemas. Kondisinya yang nggak lancar berbicara nggak akan membuat kita jadi terlalu berbelaskasihan, tapi justru merasakan sebuah keromantisan keluarga. Guyonan-guyonan di film ini juga Indonesia banget, dan nggak receh, tapi nggak perlu mikir dulu buat ketawa. Umami.

4. Tensi horor dari awal sampai akhir nggak akan membiarkanmu lega walau sejenak

pengabdi.jpg

Saya sebenarnya termasuk orang yang nggak terlalu banci buat menonton horor. Bahkan saya menilai sayang banget kalau beli tiket film horor tapi sampai di dalam nontonnya nutupin muka pakai tangan, wah rugi dong (ya saya emang nggak mau rugi banget, prinsip ekonomi). Tapi di film ini tensi horornya stabil, dari awal hingga akhir. Meskipun ada beberapa adegan ngrantil yang wtf semacam; ih masa keluar rumah pak ustad nggak pamit. Tapi secara keseluruhan oke punya. Kalau kata anak film; grafiknya bisa seperti grafik jantung yang sehat dan sering olahraga. Nggak jumpscare berlebihan a la horor James Wan, tapi bikin bergidik, karena hantunya hantu lokal yang dekat sama kita.

5. Film ya tentang seni. Bersyukur banget nilai seni di film ini levelnya: bedebah!

pengabdi-setan-kisah-klasik-dengan-gaya-kekinian_m_158395

Sinematografinya itu lho! Tsadeeees! Dari awal, pengambilan fokus di angle tengah sudah disajikan demi memberikan kesan risih, risau, dan kesepian. Ditambah panning-panning kamera yang sengaja banget seperti hand-held, bikin kesan ketegangannya bener-bener nyata. Ornamen property dan artnya, tangga yang sempit, wastafel yang kotor, sumur, cermin jadul, dan penanaman planting info yang rapih banget juga jadi daya tarik luar biasa. Apalagi di tiap babak yang ada klimaksnya, selalu dikasih sentuhan disturbing, pengambilan gambar secara nggak lazim yang otomatis bikin penonton yang lagi risau karena ketakutan, tambah risau karena ‘terganggu’. Dan justru disitu lah seninnya!

Bonus: kamu bakal nyesel kalau melewatkan betapa ‘uhuy’nya Tara Basro!

3495351128

Nggak munafik, Tara Basro emang cucok banget, seksi, eksotis dan aktingnya mantap mania uye! Saya yang cewek saja iri setengah mati sama penampakan mbak Tara yang wow. Bisa jadi, Joko Anwar memilih Tara basro bukan semata karena mereka sudah karib buat kerja bareng, tapi lebih karena pembuktian. Selama ini horor Indonesia memang selalu identik dengan mengumbar keseksian, dengan belahan dada kemana-mana dan paha yang bertebaran di layar kaca. Sedangkan Tara Basro justru seringnya mengenakan pakaian tertutup di film ini, tapi seksinya masih terasa. Sepenangkapan saya Joko Anwar seperti berujar, “Horor itu emang seksi, tapi seksinya yang macem begini lah kelasnya!”

Jadi, mendingan saat ini juga kamu whatsapp teman-teman, ajak nonton bareng-bareng atau sekalian aja modusin gebetan. Tonton film ini dengan khusyuk, niscaya kamu bakal merasa kalau ini adalah horor Indonesia terbaik yang pernah kamu tonton. Adios!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s