Jadi ‘Orang Lain’ Sekali-kali Biar Jiwa Ini Agak ‘Piknikan’ Dikit (Tulisan Sesat)

Hey dumb! Where youve been?
…….

Saya terlalu munafik untuk menulis hal tentang hidup saya pribadi. Karena menurut saya, hidup saya bukanlah prosa yang menarik buat diceritakan, meskipun saya bisa sangat cerewet kalau lagi mood curhat. Sementara di luar sana, blogger rajin banget curhat dan sharing soal kesukaan mereka masing-masing. Saya masih stuck mengurus waktu 24 jam tiap hari yg suelalu berakhir penyesalan-karena penuh kesia-siaan. Intinya mah satu: saya pemalas. Ya meskipun cuma sekedar nulis. Tapi tenang kok kalau diibaratkana saya bisa jadi Batman buat orang lain, dan Starry Night buat diri sendiri. Tahu kan, Vincent Van Gogh aja bunuh diri. (Kalau nggak mudeng kalimat saya sekali-kali ngobrol sarkasme pakai logika Einstein deh!)

 

Tulisan ini saya buat di kereta, saat saya melakukan perjalanan ke Malang buat sekedar ‘kabur’ dari peliknya Yogya. Beberapa hari yang lalu saya baru menyadari kalau bodoh dan terlalu baik beda tipis, dimanfaatkan dan dirayu juga beda tipis, lebih tipis dari pantyliner saya yang baru saja habis. Intinya sih, yang saya jalani memang selalu saya sesali. Saya ini antara pingin mencicipi dosa dan pingin merasa berharga. Pingin coba membelot dari aturan yang ada sekaligus bersedia didaya guna. Yah, sampai sekarang sih saya merasa tak rugi. Tapi karena logika saya masih agak jalan jadi ada sebuah protes di kepala saya.

sn_Gotham_Starry_Night_by_1funnyguy
I can be your Batman for ya beyy, and alson be starry night for maself

Saya nggak pernah main laki-laki. Sumpah seumur hidup saya adalah pengagum mereka dan menghargai logika mereka yang sebagian besar saya amini. Kadang kawan laki-laki saya enggan memacari saya hanya karena isi kepala saya mirip laki-laki, mereka pikir pacaran dengan saya rasanya seperti homo. Tapi beberapa waktu belakangan, saya yang sudah eneg dengan menye-menye relationship dan hubungan berkomitmen akhirnya kalah dengan kesendirian dan mencoba cari ‘mainan’. Saya jahad (pake d) kalo harus umbar aib orang lain, tapi aib sendiri boleh lah.

Jadi dalam satu waktu saya nggak cuma berhubungan tanpa status dengan satu orang, melainkan beberapa (saya nggak akan sebut jumlahnya, karena gak banyak kok). Gobloknya ada juga diantara mereka yang sudah punya pasangan. Yang sok suci dan merasa sudah bayar uang muka surga silahkan teriak saya murahan, playgirl, binal, hello kity atau apalah monggo. Toh ya saya nggak dengar. Dan saya menjalani hubungan tanpa status sama sekali tanpa baper, tidak ada satu pun yang saya ingin seriusi. Yasudah, saya cuma iseng.

Umumnya keinginan buat memiliki banyak pendamping ini memang dipunyai laki-laki. Tapi nyatanya cewek juga bisa. Kalem dulu… Gini deh, saya sama mereka dari awal udah tek tokan kok bahwa kita hanya menjalani ini sebentar dan intermezzo nggak jelas. Toh apalah arti komitmen anyway. Benar saja hubungan super nggak jelas ini umurnya nggak lama. Dan juga nggak ada baperan yang berlarut-larut macam di ftv dan film hollywood. Saya mah professional. Dari sini saya tahu kalau kebanyakan film pop itu bohong.

Yang bikin aneh kenapa sih saya ngelakuin jenis hubungan begini nggak cuma sekali. Saya ngakunya sih dua kali, padahal ya rahasia! Dari sini yang bisa saya ambil adalah sebuah kebutuhan afeksi manusia yang sebenernya nggak bisa dibohongi. Cowok kalau masturbasi bisa membohongi diri dengan sabun dan tangan sendiri, tapi kalau hati? Mana visa si dikasih afeksi-afeksian (maaf ya kiasannya memang nggak ada yang lain).

Saya punya cerita panjang dan ga mengenakan soal hubungan seriusan, sungguh sangat takut dengan sebuah momen jatuh hati dan kemudian tersakiti, pun jatuh hati, saling menyayangi dan kemudian harus diakhiri. Itu adalah hal yang membosankan dan tentunya menguras arti hidup (halah!). Saya yang begini ini lebih butuh teman nonton, teman makan, teman tidur (andai saja diperbolehkan šŸ˜¦ ), teman jalan-jalan ke toko buku, dan teman yang nemuin jalan tembusan baru. Saya nggak butuh sih status yang menyatakan “setelah x tahun ayeng nggak jomblo lagi. Yuk simak kisahnya!” (Layaknya judul artikel media online)

Intinya begini, nggak menarik kan hidup saya? Pasti di luar sana banyak juga yang mengalami. Jadi apa istimewanya ya. Yasudah yang merasa lebih hebat dari Paulo Coelho bebas hujat saya. Soal kaliamt “hey dumb where youve been” adalah kata-kata buat diri saya sendiri yang selama ini rasanya jadi orang lain waktu saya membelot sama Tuhan. Ya pada dasarnya jiwa saya murni dan suci (hah!). Adios!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s