Sherlock Holmes season finale. Quite good, but I want more!

Bodo amat sama bahasa gue yang campuran.

—–SPOILER ALERT

Episode 3 udah kelar boi, eurus revealed, sherrinford revealed, redbeard revealed. And two besties sherlock-watson back to 221B. What a happy ending fairy tale! aw cute *rolling my eyes.

Sebelumnya saya memprediksikan kalau kemungkinan saudara sherlock ini emang cuma eurus yang mana dia perempuan (feminis bro, melebar dikit dari gaya cerita sherlock terdahulu), dan kalau memang cuma eurus aja saudara sherlock dan mycroft, lalu gimana ama sherrinford. Ye kan? Ternyata pertanyaan tentang who is sherrinford holmes? itu adalah pertanyaan yang salah. Wohooo Gatis make his own konteks so we could make deduction..what a clever man. Pertanyaan yang bener adalah: what is sherrinford? Well, serial Sherlock versi BBC ini mendefinisakn sherrinford sebagai sebuah pulau pengasingan untuk eurus holmes. And as I said before, eurus bener bener yang paling jenius dari ketiga holmes bersaudara yang super badass!

Lah kenapa sih fans sherlock ngurusin banget sherrinford? Jadi gini itu ceritanya panjang. Sherrinford pernah dimention sama sang hyang Arthur Doyle di catatan dia, kemudian Bapak Yth William S. Baring-Gould menulis tentang Sherrinford di fictional biography dia tentang Sherlock Holmes. Bapak Baring-Gould menuliskan kalau Sherrinford adalah Sherrinford Holmes, the eldest brother. Berhubung di episode “the lying detective” nama Sherrinford berkali kali dijadikan planting info, maka semua orang bertanya-tanya. Hampir beberapa fans berharap kalau Sherrinford bakal diperankan sama mamas Tom Hiddleston (wich is big NO). Kembali lagi sama post saya minggu lalu, Tom terlalu muda untuk jadi eldest brother, oke jadi cukupkan segini aja harapan palsunya Mark Gatiss yang pake share foto ama Tom (anjay emang tu orang tengil banget PHP maksimal).

Baiklah kalau memang harus meringkas singkatnya, ternyata Sherlock punya saudara perempuan, namanya Eurus. Dia super smart (katanya mycroft, beyond Newton lho). Saking jeniusnya, dia ma’rifat bgt lah istilahnya. Masa dia mau motong nadinya sendiri cuma karena dia pengen tau gimana cara kerja otot dia, so sick. Gimanapun jeniusnya manusia, ternyata dia punya perasaan. Waktu kecil dulu sherlock selalu main bareng sama Victor, dan Eurus jeles dia nggak diajak main. Sherlock sama victor selalu main pirate dimana sherlock jadi Yellowbeard dan Victor jadi Redberad. Eurus nggak pernah diajak main karena dia perempuan dan Sherlock yang pas jaman kecilnya lemot selalu jadi bahan bully Eurus. Dari sebab kecemburuan itulah kemudian si jenius Eurus ngebunuh Victor dengan merantai dia didasar sumur. Hayo, jenius apa psikopat jatohnya?

Karena kejeniusan Eurus memancing tindak kekerasan, maka si kecil dulu diamankan. Karena dia bikin ulah terus terusan(ngebakar rumah, ngebakar pamannya sekeluarga) maka akhirnya dia diasingkan di sebuah pulau bernama Sherrinford, penjara super ketat diabawah naungan Mycroft dimana at least ada 3 kanibal yang juga disel disana.

Sherlock memang nggak ingat dengan sosok Eurus karena trauma luar biasa yang dia alami pasca menghilangnya Victor, Sherlock pun nggak ingat apa-apa tentang masa kecilnya bareng Eurus either Victor. Sejak hari itu dia pun berubah jadi jenius dan cerdik, nggak lemot dan bullyable kaya sebelumnya.

Bagian paling seru dari episode finale ini adalah game yang dibikin sama Eurus dibantu Moriarty (oke dia udah mati tapi sebelum mati dia sudah didayaguna sama Eurus). Game ini nggak cuma sekedar permainan tapi bener-bener menguras semua emosi tenaga pikiran dan wah seru bat pokonya mah. Game ini nggak cuma melibatkan Mycroft, John, dan Sherlock. Tapi juga melibatkan nyawa orang-orang di sekitar mereka. Ini adalah anugrah terbesar di episode ini, besides banyak plot yang kemudian kalau dipikir ewww wtf. Game yang disusun Eurus itu ibarat puzzle tapi jenius banget. Bravo, you go girl! Silakan kelen nonton aja kalau nggak percaya (kalo belum nonton sik.)

Ada salah satu stage game yang bikin saya merinding disco tapi ah sudahlah abstrak. Ketika Sherlock harus mancing Molly Hooper untuk bilang I LOE YOU ke sherlock, karena kalau enggak, Molly diancam bakalan dibunuh sama Eurus. Bukan karena saya dangdut banet sama kisah cinta yang dibangun diatas prahara begini, tapi karena saya tambah kagum sama karakter Sherlock. Sherlock memang nggak sepintar Mycroft, tapi Sherlock punya rasa kemanusiaan yang lebih riil daripada Mycroft, apalagi Eurus.

After all, season ini nggak begitu menyenangkan seperti sebelumnya. Rasanya kurang mantep dan penantian panjang ini sama sekali nggak dibayar impas. Saya yakin banget rating pasti turun. Maka itu kalau mereka mau bikin season 5 yang dikemas dengan lebih epic, mungkin ini semua akan terbayar. Itulah kenapa ini cukup bagus aja, quite good. Tapi saya pengen ada Sherlock lagi, keluarbiasaan serial ini diawal nggak seharusnya diakhiri dengan kriuk dan garing. Saya pengen ada season 5, bukan karena ketagihan, tapi karena rasa haus saya belum hilang.

Buat bonus saya akan membahas khusus tentang Molly Hooper, karakter perempuan favorit saya.

It’s beautiful how she loves Sherlock, and more beautiful she still loves Sherlock even tho she know Sherlock didn’t.

Manusia paling tulus dalam serial tv Sherlock Holmes bukan John Watson, paling enggak dia bisa bilang “enggak” sama Sherlock. Tapi Molly?  You are the most authenthic.

Dokter bedah ini emang sangat polos, tapi ketulusan dia sama sherlock ngasih pelajaran ke saya tentang definisi tulus itu apa. Molly awalnya kagum berat sama sherlock, dan karena Sherlock memang pribadi yang supercool, cewe kayak Molly gak mungkin gak tertarik. Molly Hooper adalah sosok yang bakalan gugup deket sama Sherlock, dia bukan cewek yang punya super confident macem Irene Adler. Molly, sudah berusaha berkali-kali mati-matian ngelupain Sherlock dengan dia kencan sama orang yang ternyata Moriarty, kemudian kencan sama cowo sociopath yang style-nya Sherlock banget. Dia sudah die trying, tapi kemudian Sherlock yang selalu ngusik hidupnya dia, butuh bantuan dia, bikin iman Molly goyah lagi.

Molly selalu tahu Sherlock nggak pernah cinta dia, dia tahu persis, bahkan dia paham dia sama sekali bukan tipenya Sherlock. Tapi Molly nggak pernah menolak apapun sama Sherlock. Ketulusan Molly keliahatan lagi di season ini waktu dia meriksa kondisi Sherlock yang kecanduan obat-obatan. Molly bahkan nangis, dan dengan entengnya Sherlock menganggap Molly aja yang berlebihan.

Tulus itu ketika apa yang kita lakukan sama sekali nggak mengharap bayaran. Kalau kata orang dalam hubungan harus ada yang namanya take and give, dia cuma give aja. Bahkan dia nggak berharap dianggap tulus, dia melakukannya tanpa sadar bro. Malaikat banget anjay.

Puncaknya adalah ketika game yang dibikin Eurus melibatkan Molly. Sherlock harus memancing Molly buat bilang I love you. Saya seneng waktu Molly bilang “I cant say that, because it’t true.” Oke allright, ati saya kaya diiris. Molly jelas ngira Sherlock cuma main-main, Molly nggak tau kalau Sherlock dibawah tekanan Eurus. Sherlock kan emang tengil, otomatis Molly ngira Sherlock cuma cari hiburan aja ke dia. Molly pun akhirnya nyuruh Sherlock bilang I LOVE YOU duluan ke dia. Sherlock akhirnya bilang I LOVE YOU dengan sangat enteng dan kedengeran super nggak tulus. Molly nyuruh lebih serius, oke Sherlock bilang I LOVE YOU lagi tapi tetep kedengeran nggak tulus. Pada akhirnya Molly tetep bilang I LOVE YOU juga ke Sherlock dengan yaaaa….begitulah. Di detik-detik terakhir dimana Eurus bilang bakal ngledakin apartemennya Molly. Setelah telepon ditutup Eurus bilang jujur kalau sebenernya itu cuma tipu daya dia, nggak ada bom di apartemen Molly. Boom. Sherlock ngerasa bersalah banget, dia ngerasa kasihan sama Molly yang jadi objekan terus dari dulu, Sherlock tahu banget arti ketulusan Molly tapi dia nggak bisa bikin itu lebih baik karena bahkan Sherlock nggak bisa memaksakan dia buat ngerasain hal yang sama ke Molly kan? awwwww too bad. Sherlock pun esmoni, itu bukan siksaan fisik, tapi siksaan batin dan kemanusiaan.

Dunia ini selalu penuh dengan hal-hal yang tidak terbalas, kata-kata yang unspoken, perasaan yang tidak terdefinisikan, dan lain lain dan lain lain. Dan lain-lain adalah contoh kata-kata unspoken.

Back to the case. Lalu gimana kah kelanjutan nasib mbak Molly? Cerita ini menarik tapi sayang banget nggak dikasih tambahan scene sama Moffat. Fans Sherlock akhirnya bertanya-tanya dan dijawab sama Moffat di Entertaiment Weekly, kurang lebih begini.

”Surely at a certain point you have to figure out that after Sherlock escapes tells her, ‘I’m really sorry about that, it was a code, I thought your flat was about to blow up.’ And she says, ‘Oh well that’s okay then, you bastard.’ And then they go back to normal, that’s what people do.

“I can’t see why you’d have to play that out. She forgives him, of course, and our newly grown-up Sherlock is more careful with her feelings in the future. In the end of that scene, she’s a bit wounded by it all, but he’s absolutely devastated. He smashes up the coffin, he’s in pieces, he’s more upset than she is, and that’s a huge step in Sherlock’s development.

“The question is: Did Sherlock survive that scene? She probably had a drink and went and shagged someone, I dunno. Molly was fine.”

Memang nggak memuaskan, dan Loiuse Brealey pemerean Molly Hooper pun nggak terlalu puas sama ending cerita Molly dan Sherlock. Ini potensial Moff, dont you see? Kemudian ayo bikin lah season 5 untuk memperbaiki season 4 yang kaya krupuk ini; renyah tapi nggak ngenyangin. Seribu sayang, hanya Tuhan, Mark Gatiss, dan Steven Moffat yang tahu bakalan ada season 5 atau nggak. Season 4 sudah cukup jelas finishing line-nya kalau itu adalah tanda-tanda goodbye, persis seperti lambaian tangan dalam semiosis manusia yang mengucapkan perpisahan.

Akhir kata, baca juga thread saya sebelumnya tentang sherlock, disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s