Anak Sok Tau Ngomongin Film – PSYCHO (1960)

 

“Hello internet!  (matpat’s voice) welcome to aaa…..”

Oke saya nggak mencoba jadi mathew patrick Indonesia KW, tapi cuma pengen rada sok tau sama film. Beberapa waktu ini saya tersesat sama tontonan series AE yang judulnya Bates Motel. Dan, I found that series Bates Motel itu adalah yang namanya sebutannya spin-off dari film yang judulnya Psycho (1960) dan di-direct sama sang hyang Alfred Hitchcock. Dari judulnya aja udah paham kan itu tentang apa? Baiklah saya akan mencoba meng-feedback apa yang saya tonton. Jadi buat all of you-all of you-all of me john legend yang daripadanya memaktubkan spoiler adalah sebuah kriminalitas abad milenia, maka please go away, karena kalo pemirsa pemirsa yang belum nonton film ini kemudian ngeyel baca paragrap berikutnya, yasudah, artinya anda dengan sukarela terspoiler lho ya…

==========SPOILER ALERT==========

 

Hokey baiklah. Yang belum nonton tapi ngeyel baca paragrap ini ya alhamdulillah nggak apa-apa, make softek aja, karena kalian bakal dapet bocoran (oke joke sampah -_-).

Psycho pertama kali mengudara di tahun 1960 wich means kala itu warna belum bisa ditampilkan di layar, alias hitam putih ini filmnya. Tapi menurut saya hitam putih ini malah menampilkan kesan yang tambah misterius kalo anak-anak modern kaya guwe elo disini yang nonton. Well, secara garis besar film psycho ini menceritakan seorang psikopat yang gantengnya nggak ada obat, ramah dan murah senyum, tapi culun dan lonely abes. Namanya Norman Bates. Abang Norman ini tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kota dan bahkan cenderung ndeso banget karena jalan ini jarang dilewatin kendaraan. Konon penyebabnya adalah dibangunnya bypass di sekitar kota sehingga jarang banget orang yang bakalan lewat rumahnya kecuali dia lupa ada bypass. Nah si Abang ini buat bertahan hidup running a Motel business named Bates Motel. Di Motel ini lah banyak tamu yang dibantai atu-atu.

Norman Bates punya kelainan psikologis dari remaja, dia punya double personality, dan kepribadian dia yang lain ini adalah ibunya. So he sometimes thinks he’s his mother. Sayangnya kepribadian ibunya yang ada di dalam dirinya ini adalah versi ibu yang bacot mulu dan paling nggak suka kalo Norman deket sama cewek. Kalau nonton Bates Motel series AE ada banyak penjelasan kenapa emaknya Norman selalu cemburu kalo Norman deket sama cewek. Tapi sayang banget, saya nggak tau kenapa Hitchcock di awal sampai hampir pertengahan film fokus sama Maria Crane, mbak-mbak seksi yang ngebawa kabur duit $40.000. Padahal karakter Norman ini unik banget dan bakal creepy banget kalo digali dari awal atau kasih kek pancingan  tentang Motelnya, tentang kota White Pine Bay nya, atau tentang konflik bypassnya. Either ways, dia fokus ke Maria Crane yang menurut saya kurang menggigit.

Setelah Maria Crane ini kabur bawa banyak uang hasil curian, dia tersesat waktu hujan malem-malem dan sampailah di Bates Motel. Pas Check in sih si Norman ramah banget, manis banget, murah senyum, malah nawarin dinner gretong buat embake. Tapi pas embak Maria ini di kamar, dia denger Norman cek cok sama emaknya, si emak nggak mau Norman baik ke Maria dan bilang kalau Maria itu bitch…. oooowww. Intinya si emak cemburu, padahal Norman kayaknya kesengsem ama kecantikan dan keseksian si embak. FYI sebelumnya si Norman ini ngintipin Maria ganti baju, make beha doang (emang sakit tuh orang). Trus pas Maria Mandi, yawda tusuk tusuk tusuk make belati…mati dah. Yang nusuk nggak diperlihatkan jelas awalnya. Mayatnya akhirnya diberesin sama Norman, ditenggelemin ke lumpur plus mobilnya sama juga uangnya, kabeh wes.beberapi hari kemudian ada detektif nyari, tapi akhirnya mati juga. Adik sama pacarnya si Maria akhirnya turun tangan dan dengan berbagai proses akhirnya ketauan ternyata emaknya Norman Bates udah koid sejak 10 tahun yang lalu, dan Norman itu trying to be his own mother to fulfill his emptyness consider to losing his mother who has half of his soul. Separuh jiwanya Norman lah intinya.Norman Bates akhirnya merasa kalau dia ibunya dan ngebunuhin cewek-cewek “bahaya” yang deket sama dia. Sebagai anak baik hati si Norman pun ngeberesin mayat-mayat hasil bunuhan “ibunya” sebagai anak yang birul walidain ke

Endingnya Norman ditangkep dan psikiater njelasin kalo yang bunuh itu literally bukan Norman, tapi ibunya. Yaiya karena si norman itu black out alias nggak pernah inget kalau dia lagi henshin jadi ibunya. Norman itu emang sayang banget ama ibunya di sisi lain dia benci sama ibunya yang terlalu over protective. Mereka cuma tinggal berdua aja, dan having each other itu cara mereka survive dari dunia yang kejam. Jadi pas emaknya mati, malemnya Norman ngegali lagi kuburan emaknya dan dia bawa pulang kerumah. Dan selama ini dia ngira ibunya masih hidup, padahal dia ngomong sendiri dan jawab sendiri pake suara ibunya.

Scene terakhir paling epic sih, Norman emang pasti bakal dipenjara tapi scene terakhir si Anthony Perkins (who portrayed Norman) itu ngomong dalam hati make suara ibunya dan bilang dia itu aslinya nggak kejam, dan bete banget ditangkep polisi, pas tangannya dihingapin lalat dia bilang, “even I wont kill that fly”. Dan kemudian perkins menatap ke kamera dengan tatapan -i will kill you-nya sambil senyum. Alamak! Epic!

Begitulah gaes. Tapi selain scene terakhir saya juga suka banget sih shot waktu Maria Crane habis dibunuh, ada shot dimana Hitchcock ngambil extreme close up matanya Maria yang melotot dengan paning muter-muter yang nambahin kesan confusing-what the hell happen-what the fuck- dan kesan jancuk lainnya. Selain itu sebelum shot mata ini ada pergeseran dari plumbing atau buangan westafel lah. Hebatnya scene pembunuhan ini meskipun ceritanya si korban pas mandi, sumpah nggak keliatan tetenya dan bagian bahaya lainnya samsek.

Kata pemerhati film yang udah jago ini jeniusnya Hicthcock sih, selain kejeniusan shot lain yang inappropriate kalo saya jelasin satu-satu, banyak yang udah jelasin kok kalo mau liat bisa klik tulisannya Ebert.

Anyway the best part yang paling saya suka from the whole dimentional movie itu karakter si Norman Bates. Karakternya bener-bener potensial buat cerita bunuh-bunuhan begini. Dan karakter Norman Bates itu masih luas banget buat membangun jalan cerita lain. Film ini pun ceritanya bisa “mancing” cerita lanjutan. Pada akhirnya 23 tahun kemudian muncul sekuelnya sampai psycho IV bahkan dijadiin series Batel Motel di AE. Yang main Freddie Highmore lagi, hadeuh. Freddie mah dari jaman Charlie and the chocolate factory juga udah cucok.

Oke sekian, but hey im just a anak sok tau yang ngomongin film, why so serious?

Let me know if you like my post dan ada yang pengen didiskusikan, write comment bellow bosque.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s