Aku sedang membaca buku “Kiat Sukses Jadi Populer di Kampus” ketika suara tiba-tiba terdengar dari luar pusat perbelanjaan dimana aku menghadiri book fair. Baiklah mungkin itu adalah bom. Suara tembakan juga berkali-kali meledak seolah-olah ingin merobek telingaku. Berhentilah aku sedang membaca! Aku sungguh tidak mood kali ini jika hari hari ini juga aku mati. Sunnguh tidak mood! Aku mungkin hampir saja akan jadi populer di kampus berkat buku ini. Persetan teroris. Kalau butuh aktualisasi diri di instagram saja, tidak usah sok-sokan main mercon jumbo di depan umum. Pasang saja fotomu dengan bayangan pantat atau jembut, otomatis aktual.

Aku pun kembali, kembali lagi. Sungguh suara ledakan itu merusak moodku. Aku memutuskan kembali pada masa awal masuk perkuliahan. Baiklah, disinilah aku dengan kebisingan bentakan senior dan suruhan push up. Lagi-lagi waktu yang tidak tepat, bikin aku tak lagi mood. Tapi setidaknya senior tak akan membunuhku seperti teroris. Kalaupun aku mati di tangan senior, aku populer. Aku cuma ingin populer dengan terhormat. Itu saja. Baiklah jika ini bisa kulewati aku akan berkenalan dengan sebanyak-banyaknya orang, dan karena aku tau siapa yangakan populer atau setidaknya siapa yang akan menjadi top number one dielu-elukan dikapus aku akan memacarinya. Bodo amat dengan cinta. Oh tidak, untuk perempuan populer aku akan membuat dia jadi temanku hahaha. Setidaknya mereka yang aku tahu akan jadi artis ibu kota akan aku jilat. Bukan bukan itu, aku sarkastik, maksudku aku akan jadi penjilat bukan jilat yang itu.

“Anjir. Ganteng banget nggak sih, omaigad omaigad.”

Aku menjawab “Oh iya ya ampun, bukan manusia dia mah malaikat keles” karena aku penjilat. Cih. Artis Korea lagi. Baiklah mereka memang chibi-chibi menggemaskan, tapi tidak perlu berteriak histeris karena si tampan itu juga tidak akan mendengar. Aku sampai heran, apa ini pekerjaan cewek-cewek populer?Tai ah. Berlagaklah seperti dewi, hey kalian. Kalian dipuja hampir seluruh kampus, dijadikan bahan fantasi oleh hampir semua lelaki fakir kuota untuk streaming video porno. Gunakanlah power itu untuk memperbudak kaum biasa. Mengapa jadi orang populer juga membosankan? Rasanya penuh kepalsuan, populer apanya? Hanya gara-gara mereka punya mobil ala-ala borju dan dandanan ala-ala 98.7k follower instagram mereka jadi populer? Baiklah ini kenapa sekarang aku tahu aku tidak pernah suka lagu pop.

Aku ingin loncat lagi, entah kembali atau pergi. Dunia paralel bikin perutku mules. Tapi sepertinya semua masa membosankan. Ada saran?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s