EMOSIONAL; perkawinan antara grape fruit dan apple.

Saya juga manusia biasa, seperti mukidi. Bukan seperti mbak Celsi islen atau Laudya Cintya Bella, bahkan Raisa. Saya juga makan nasi campur, kadang pecel pincuk sebelah McD. Saya juga terkadang pengen bunuh orang, tapi saya tahu itu yang berhak cuma Tuhan (dan mungkin pengadilan).

Dont-hug-me-im-scared-heart-750x398.png

Saya nggak sengaja bilang bajingan ke teman saya, perempuan. Mungkin dia langsung cukup tau sama saya. Dia sakit hati tapi hebatnya dia sabar dan nggak membalas umpatan. Saya dalam hati menyesal dan kesal. Menyesal karena saya sakiti hati orang yang tidak seharusnya, padahal tujuan saya ya nggak menyakiti si empunya hati. Kesal karena goblok sekali dia nggak balas mengumpat, kan saya jadi nggak ngerasa bersalah to? Selain itu saya jadi keliatan kek anak kecil yang suka meledak-ledak dan nggak karuan, meskipun memang itu kenyataannya.

Alamak.

Tolong jangan salahkan. Ini hanya upaya saya bagaimana mengawinkan antara otak dan hati. Ya grape fruit sama apel. Kalau saya mikir ketidak adilan, saya jadinya emosi. Coba jangan lihat dari bagaimana saya kemudian meledak bajingan itu, tapi lihat juga lah kenapa saya kok bisa meledak. Bom meledak itu ya nggak serta merta meledak, ada orang yang menyalakan sumbunya.

Adios.

Advertisements

Anak Sok Tau Ngomongin Film – PSYCHO (1960)

 

“Hello internet! ¬†(matpat’s voice) welcome to aaa…..”

Oke saya nggak mencoba jadi mathew patrick Indonesia KW, tapi cuma pengen rada sok tau sama film. Beberapa waktu ini saya tersesat sama tontonan series AE yang judulnya Bates Motel. Dan, I found that series Bates Motel itu adalah yang namanya sebutannya spin-off dari film yang judulnya Psycho (1960) dan di-direct sama sang hyang Alfred Hitchcock. Dari judulnya aja udah paham kan itu tentang apa? Baiklah saya akan mencoba meng-feedback apa yang saya tonton. Jadi buat all of you-all of you-all of me john legend yang daripadanya memaktubkan spoiler adalah sebuah kriminalitas abad milenia, maka please go away, karena kalo pemirsa pemirsa yang belum nonton film ini kemudian ngeyel baca paragrap berikutnya, yasudah, artinya anda dengan sukarela terspoiler lho ya…

==========SPOILER ALERT==========

 

Continue reading

Aku sedang membaca buku “Kiat Sukses Jadi Populer di Kampus” ketika suara tiba-tiba terdengar dari luar pusat perbelanjaan dimana aku menghadiri book fair. Baiklah mungkin itu adalah bom. Suara tembakan juga berkali-kali meledak seolah-olah ingin merobek telingaku. Berhentilah aku sedang membaca! Aku sungguh tidak mood kali ini jika hari hari ini juga aku mati. Sunnguh tidak mood! Aku mungkin hampir saja akan jadi populer di kampus berkat buku ini. Persetan teroris. Kalau butuh aktualisasi diri di instagram saja, tidak usah sok-sokan main mercon jumbo di depan umum. Pasang saja fotomu dengan bayangan pantat atau jembut, otomatis aktual.

Aku pun kembali, kembali lagi. Sungguh suara ledakan itu merusak moodku. Aku memutuskan kembali pada masa awal masuk perkuliahan. Baiklah, disinilah aku dengan kebisingan bentakan senior dan suruhan push up. Lagi-lagi waktu yang tidak tepat, bikin aku tak lagi mood. Tapi setidaknya senior tak akan membunuhku seperti teroris. Kalaupun aku mati di tangan senior, aku populer. Aku cuma ingin populer dengan terhormat. Itu saja. Baiklah jika ini bisa kulewati aku akan berkenalan dengan sebanyak-banyaknya orang, dan karena aku tau siapa yangakan populer atau setidaknya siapa yang akan menjadi top number one dielu-elukan dikapus aku akan memacarinya. Bodo amat dengan cinta. Oh tidak, untuk perempuan populer aku akan membuat dia jadi temanku hahaha. Setidaknya mereka yang aku tahu akan jadi artis ibu kota akan aku jilat. Bukan bukan itu, aku sarkastik, maksudku aku akan jadi penjilat bukan jilat yang itu.

“Anjir. Ganteng banget nggak sih, omaigad omaigad.”

Aku menjawab “Oh iya ya ampun, bukan manusia dia mah malaikat keles” karena aku penjilat. Cih. Artis Korea lagi. Baiklah mereka memang chibi-chibi menggemaskan, tapi tidak perlu berteriak histeris karena si tampan itu juga tidak akan mendengar. Aku sampai heran, apa ini pekerjaan cewek-cewek populer?Tai ah. Berlagaklah seperti dewi, hey kalian. Kalian dipuja hampir seluruh kampus, dijadikan bahan fantasi oleh hampir semua lelaki fakir kuota untuk streaming video porno. Gunakanlah power itu untuk memperbudak kaum biasa. Mengapa jadi orang populer juga membosankan? Rasanya penuh kepalsuan, populer apanya? Hanya gara-gara mereka punya mobil ala-ala borju dan dandanan ala-ala 98.7k follower instagram mereka jadi populer? Baiklah ini kenapa sekarang aku tahu aku tidak pernah suka lagu pop.

Aku ingin loncat lagi, entah kembali atau pergi. Dunia paralel bikin perutku mules. Tapi sepertinya semua masa membosankan. Ada saran?