Welcome To the World!

3uCD4xxYBaiklah, kata orang setelah kita wisuda kita akan bertemu lansung dengan dunia yang sebenarnya. Untuk itu sebelum saya wisuda saya coba-coba mengintip seperti apa “dunia-yang-sebenarnya” itu. Dunia yang sedang kita bicarakan ini, nggak usah pakai klise, adalah dunia kerja. Dimana kita cari duit, dimana kita harus makan pakai duit sendiri, dimana kita putar otak biar dapat duit lagi, makan lagi, kerja lagi, dapat duit lagi, dihabiskan lagi. So here we go. Dengan penuh mikir-mikir dan spekulasi manusia nggak jelas tapi lumayan jenius kaya saya, I got that conclusion.

Sebenarnya nggak guna banget kalau kita kerja buat cari duit, toh duit itu akan kita habiskan lagi, lebih cepat daripada kita mencarinya. Trust me it always happens. Buat apa kita mencurahkan waktu-tenaga-pikiran untuk menuju tanggal muda, lalu rekening kita gemuk lagi, dan kemudian belum setengah bulan rekening kita udah kering lagi. We aren’t gain anything! Kita nggak dapet apa-apa dari itu. Kita cuma dapet capeknya kerja dan bangganya ngabisin uang sendiri, dan kebanggaan itu bakal kamu lupakan lagi setelah kamu nggak punya uang lagi. Setelah lupa gimana rasanya punya uang kamu akan cari uang lagi dan lagi dan dihabiskan lagi, sampai cari lagi. Gitu aja terus sampe Donald Trump goyang dumang ya!

Masyarakat pada umumnya sudah terjebak pada sebuah skenario invisible yang merujuk pada pola lahir-sekolah-kerja-punya anak-tua-mati. Kalau sudah begini, doa-doa panjang umur dan sukses selalu yang dipanjatkan orang-orang terdekat waktu kita ulang tahun, cuma jadi debu yang sempat didengar tapi tak sempat dikejar. (Sekedar info, pengertian panjang umur sebenarnya bukan berapa lama usia kita hidup, tapi seberapa lama kita bakal diingat meskipun kita udah mati. Boom! That’s called long live, bitches! Lalu kenapa kita tetap aja cari aman dengan pola skenario invisible yang bahkan sangat membosankan? Apa karena ada mindset dimana kita meyakini kalau folklore nggak pernah salah? Breakthru mabro. Sekali-kali think out of the box. Kita semua memang bakal menua, kita semua memang bakal mati. But are you sure will spend your life time with something usual, yang bahkan cucu kita mungkin bakal lupa seberapa keren simbah-simbah mereka?

Well, setelah berpikiran begini, saya pusing. Theres sooo many option. So lets break the ordinary!! Welcome to the world. Kalian sebenarnya sudah berada di dunia sejak lahir, so am I. Being different is so fucking cool.

God, im so idealist today.

)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s