Waktu lihat Jen (Jen 2)

anjing_peliharaan

Jen-ku riil. Dia sosok yang riil. Seperti Knight of Cydonia yang datang dengan kungfu ala-ala america dan tampan luar biasa seperti cok simbara. Jen bukan lagi bisa dijadikan kekasih, tapi juga ayah, kakak, dan surga duniawi. Kami bertemu dalam sebuah malam yang tak pernah murung dimusuhi edison, daripadanya terang mengenyah kegelapan. Malam yang sama seperti malam-malam pertama malam diciptakan bahkan malam sebelum adam dan hawa dipisahkan. (Tapi jangan pisahkan aku dan Jen, tolong ya!)

Malam demi malam datang seperti biasa seperti malam ketika nabi Adam pertama melihat kegelapan. Lalu beberapa malam tak terduga Jen tak datang lagi kerumahku dan tak menemuiku di warung angkringan Joyokusumo. Kupikir Jen sudah mati, Lalu aku berpikir mengapa aku menyadari ketidakhadirannya yang bahkan debu-debu jalanan pun enggan menempel padanya? Aku jatuh cinta. Titik tanpa koma.

Inilah kemudian yang muncul, bahwa apakah setiap orang yang aku cintai adalah Jen? Tidak, tidak. Jen yang asli hanya akan ketahuan ketika aku mati. Kalau dia mati dahulu dan aku disampingnya, artinya dia Jen. Kalau aku mati duluan dan dia disampingku, dia jelas jelas Jen. Kuberitahu lagi, Jen bukanlah sebuah nama, ia adalah sebuah nickname ala ala sebutan yang holy holy name.

Beberapa hari kemudian dia pulang dari yang kukira kematiannya, membawa wingko babat dan wajik klethik. Oh, dia dari Semarang? dan tak bilang-bilang. Dan kukira dia hilang. Tapi dengan itu aku sadar kalau aku sayang. Jadi setelah kukunyah wingko babat rasa durian, aku bertanya pada Jen. “Jen, aku rindu..”

Jen tersenyum. Aku bilang “Jangan senyum, aku diabetes”. Lalu Jen tertawa ngakak sampai ceiling di kamarnya hampir ngablak-ngablak bak dihantam badai pasir. Aku bilang “Jangan tertawa, aku mulai stroke”

Tiap malam setelah itu aku ajak Jen makan sate telur puyuh sambil menenggak STMJ di angkringan Joyokusumo. Dibawah cahaya remang-remang kami nggak pernah sempat berciuman. Karena Pakdhe Joyokusumo punya mata elang, nampaknya dia mantan anggota avengers hawkeyes. Aku dan Jen belum jadian. Sampai suatu malam jumat keliwon ketika dia mengajak beberapa teman nongkrong di angkringan, dia nampak ada intens conversation and flirting condition dengan Jin.

Aku sumpel kuping kanan kiri dengan headset lalu play “Pupus-by Dewa 19”. Kan, anjing!

***

tubi kontinyued

Advertisements