Pengakuan Terheboh Abad Ini

Kalau dibilang sebuah pengakuan, ini sebuah curhatan. Ya, silahkan berfilosofi.

Belakangan ini saya digelitik oleh perasaan yang menyudutkan saya untuk menilai orang menjadi dua kubu; baik dan tidak baik. Jadi latar belakang lainnya termasuk reliji dan keyajinan, diabaikan. Bukan diabaikan semacam tidak penting, tetapi saya tidak akan menggunakan agama saya sebagai tolok ukur menilai orang apakah dia baik atau tidak baik.

Just because you are a religious person, it doesnt mean you are a good person either.

Thats my note. Period.

Baiklah, karena daripadanya hal tersebut, saya banyak menyipitkan mata pada orang di sekitar saya. Kalau judge a book by its cover sudah mainstream, saya mulai judging dengan indikator lain.

Banyak sekali memang, orang religius yang bisa mengaplikasikan shalatnya dalam kehidupan (ngamalin perkara baik). Itu expert kalau saya bilang. Tapi…tidak sedikit yang dzikir siang malam tapi kelakuannya egois emosian dan tidak ikhlas hati serta pikirnya. (wuss bijak banget kaya ustadz)

Ada juga orang yang shalatnya atau ibadahnya biasaaaaa saja tapi kelakuannya menenangkan. Nah!

Lalu dimana pengakuannya.?

Oke jujur saja, saya bukan sedewa itu hanya menilai orang lain. Saya juga menilai diri sendiri dong!

Saya bukan orang baik. I mean it. Itulah kenapa hidup ini rasanya kemrungsung. Saya mungkin sejenis orang yang kalau dimintai tolong berkali-kali mempertimbangkan tapi ketika minta tolong maksa dan nggak liat sikon
Saya juga sejenis orang yang kalau diminta duitnya nggak mau tapi berharap banget dikasih duit sama orang.

But I really, im not a good person. Im just a super-duper ordinary plain dan nggak banget person.

Sadar banget saya kalau kadang orang disekitar saya rada keki, setengah jengkel atau males banget sama kelakuan saya yang sekarepe dhewe. Tapi saya susah banget ngerubahnya.
Nah tapi karena saya ini termasuk yang tidak baik, itu bukan berati saya ini orang relijius itu.
Aduh apalagi ini. Saya ini kadang merindukan Tuhan tapi nggak mau mendekatkan diri. Semacam orang LDR yang kangen pacar tapi nggak mau ndatengin jauh-jauh, atau setidaknya telfonin dan smsin, bbmin dan whats-appin (maaf buat kamu yang kesindir, aku sengaja kok) :p

Oke jadi gimana?
PR sajalah!
Selamat Bernafas Readers… :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s