Tuhan, belikan aku mobil.

              

                Waktu adzan berkumandang, apa telingamu kau simpan di saku celana?

                Aku tidak lihat kau bergeming samasekali dari lamunanmu soal mobil

                Kau pilah pilih saja mana yang kelihatan paling bonavit di tempat parkir kota-kota

                Matamu jadi bening waktu kau bicara soal mobil

                “Kawan, aku membutuhkannya” kilahmu

                Kau jalan atau naik kereta saja bisa

                Aku punya mobil yang meskipun tak enak dilihat kau bisa menumpangnya

                Hey aku kawanmu tidak usah sungkan, semua orang menumpangnya

                Mobil ini kata orang angkutan umum

 

                Waktu pria-pria tampan dan wangi menaiki masjid di hari jumat

                Kakimu juga kau simpan di saku celana?

                Aku tak melihatmu melangkahkan kakimu kemanapun

                Sekarang kau haha hihi sambil berkhayal jauh sekali

                Tentang bayangan jika saja kau menang undian berhadiah mobil

                Benar saja kau tiap hari cuma lihat iklan saja di TV

                Mereka bohong besar, sebenarnya kau juga tau persis

                Tapi kau tetap simpul-simpul jari, berdoa

 

                Ah, kau tau berdoa rupanya

                Doamu; Tuhan, semoga aku cepat punya mobil

                Jelas saja dahiku mengerut, le

                Dan kau memaksaku berkata amin tiga kali

 

                Kalau aku tuhan, mungkin aku memarahimu habis-habisan

                Kau seperti laki-laki yang minta senggama pada wanita yang bukan kekasihnya

                Itupun kau minta gratis pula

                Kau polos, atau bedebah jalang!?

 

                Amin amin amin

               

                Dua minggu berselang,

                Aku lihat kau pakai mobil, menyapaku dengan klakson bersuara seksi

                Dan menumpangiku pulang pergi.

                Aku memang bukan tuhan.

                Aku cuma bisa tepuk tangan.

               

                                29062014

 

Tentang puisi:

                Ada ribuan penjahat di dunia ini yang bahagia. Ribuan penyamun yang dicintai. Dan banyak sekali orang bodoh yang kaya dan menaklukan dunia. Tuhan itu punya kecantikan yang sangat rumit. Banyak orang yang mengatakan masalah ini ibarat pengamen jalanan. Kalau ia menyannyi dengan suara jelek dan melody berantakan, orang-orang akan cepat cepat memberinya uang supaya dia cepat pergi. Kalau lagumu bagus sekali, orang-orang akan mendengarkanmu sampai selesai. Keadilan sepahit itu. Tapi kesabaran juga semanis itu.

 

 


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s