Musik Pop Elektrik

Apa kabar musik pop elektrik?

Apa kau masih hitam dan tertawa renyah?

Kau tampan ketika memecah sepi jadi gemuruh canda

Kau sungguh gendut ketika coba menghabiskan kudapanku

 

                Diantara seluruh wanitamu

                Mungkin cuma aku yang tak tau cara pakai gincu

                Mungkin juga Cuma aku yang tidak dikagumi kawanmu

                Bukan aku tidak mau

                Hanya saja aku malas jadi orang lain

                Pakai topeng memberatkan wajahku sungguh

                Menjalin sulam di pinggangku cuma bikin kacau

                Bertahun-tahun aku belajar mandi seperti bidadari di suangai bau wangi

                Tapi sudahlah, aku ini manusia biasa bukan putri

 

Semua manusia, terabng-terbang coba capai langit

Meskipun langitnya mitos, yang tertinggi dapat apresiasi

Aku tak begitu lelaki jalangku

Aku menggali bumi sedalamnya

Buat tau kalau manusia sungguh bedebah

Dari bawah sini semua kelihatan lucu, jalangku

Tapi kau juga terbang tanpa sayap

Kalau tidak ditolong gravitasi tuhan

Mungkin kau dan mahluk bernama manusia itu

Bertebaran seperti musim kawin pohon palem

 

                Apa kabar musik pop elektrik?

                Sampaikan salam pada Adam Young dan kunang-kunangnya

                Lama sekali tak berdendang dengan imaji yangcuma seluas belati

                Belati, kata-kata yang tinggalkan bekas luka

               

Apa kabar musik pop elektrik?

Aku sudah tidak mendengarmu

Urie dan Bellamy-lah sekarang kawan hidupku

Mereka punya analogi baik dan kotor soal mimpi

Hidup tidak sekelip bintang yang terus kau kejar

Manusia tak punya sayap, turunlah, jalang!

 

                                                                                                               

Juni 2014. Nadir bukan tempat yang gelap.

Tuhan, belikan aku mobil.

              

                Waktu adzan berkumandang, apa telingamu kau simpan di saku celana?

                Aku tidak lihat kau bergeming samasekali dari lamunanmu soal mobil

                Kau pilah pilih saja mana yang kelihatan paling bonavit di tempat parkir kota-kota

                Matamu jadi bening waktu kau bicara soal mobil

                “Kawan, aku membutuhkannya” kilahmu

                Kau jalan atau naik kereta saja bisa

                Aku punya mobil yang meskipun tak enak dilihat kau bisa menumpangnya

                Hey aku kawanmu tidak usah sungkan, semua orang menumpangnya

                Mobil ini kata orang angkutan umum

 

                Waktu pria-pria tampan dan wangi menaiki masjid di hari jumat

                Kakimu juga kau simpan di saku celana?

                Aku tak melihatmu melangkahkan kakimu kemanapun

                Sekarang kau haha hihi sambil berkhayal jauh sekali

                Tentang bayangan jika saja kau menang undian berhadiah mobil

                Benar saja kau tiap hari cuma lihat iklan saja di TV

                Mereka bohong besar, sebenarnya kau juga tau persis

                Tapi kau tetap simpul-simpul jari, berdoa

 

                Ah, kau tau berdoa rupanya

                Doamu; Tuhan, semoga aku cepat punya mobil

                Jelas saja dahiku mengerut, le

                Dan kau memaksaku berkata amin tiga kali

 

                Kalau aku tuhan, mungkin aku memarahimu habis-habisan

                Kau seperti laki-laki yang minta senggama pada wanita yang bukan kekasihnya

                Itupun kau minta gratis pula

                Kau polos, atau bedebah jalang!?

 

                Amin amin amin

               

                Dua minggu berselang,

                Aku lihat kau pakai mobil, menyapaku dengan klakson bersuara seksi

                Dan menumpangiku pulang pergi.

                Aku memang bukan tuhan.

                Aku cuma bisa tepuk tangan.

               

                                29062014

 

Tentang puisi:

                Ada ribuan penjahat di dunia ini yang bahagia. Ribuan penyamun yang dicintai. Dan banyak sekali orang bodoh yang kaya dan menaklukan dunia. Tuhan itu punya kecantikan yang sangat rumit. Banyak orang yang mengatakan masalah ini ibarat pengamen jalanan. Kalau ia menyannyi dengan suara jelek dan melody berantakan, orang-orang akan cepat cepat memberinya uang supaya dia cepat pergi. Kalau lagumu bagus sekali, orang-orang akan mendengarkanmu sampai selesai. Keadilan sepahit itu. Tapi kesabaran juga semanis itu.

 

 


 

Lelaki Kopi

 

                Biru. Aku ingat bagaimana kau melempar senyum pada kawanmu yang menggodaku dengan kaku. Aku sungguh tak ingat siapa kawanmu, tapi aku ingat benar kemeja yang kenakan itu. Biru seperti warna laut yang dalam. Kau juga atertawa dan mengatakan padaku agar aku usah memedulikan ocehan kawanmu. Kemudian aku tertawa, mencoba seramah mungkin padamu.

                Waktu berlalu seperti cepatnya cahaya. Hingga ribuan potret diriku bersama kau yang Cuma tercipta di imajiku sudah berganti merah. Ya, kemeja biru itu kemana? Apakah warnanya pudar dibakar matahari? Mulai hari itu juga film-film fiksi yang kusutradarai setiap khayalan-sebelum-tidurku menampakkanmu dengan pakaian merah itu. Berapa potongkah pakaian berwarna merah yang kau punya? Apa seluruh sudut lemarimu menyimpan lipatan berwarna merah?

                “Kirim saja ke surelku.” Kau sungguh menjawab dengan singkat ketika kutanyai bagaimana aku melengkapai tugas-tugas memuakkan itu. Mulai saat itulah aku jatuh hati pada suara paraumu. Kukira imaji suara tidak dapat bertahan lama., tapi suaramu bahkan mengendap di entah dimana dalam kepalaku. Berani-beraninya kau menembus adegan di mimpiku yang jujur saja tak bisa kusengaja.

                Hai lelaki merah. Aneh sekali menamaimu dengan warna yang dibenci Nabi, padahal kau sangat mencintaiNya. Seorang kawanku menyuruhku menamaimu Lelaki Kopi. Sangat pahit memang mengagumimu, tetapi kau akan terasa sungguh manis pada massa yang tepat. Kau tak lain dari cafein, membuatku sulit terpejam. Memejam dari jauhnya jalan menuju pintu rumahmu, begitu pula menuju pintu manifestasi mimpi menjijikkanku terhadapmu.

                Lelaki kopi, kau sangat rumit seperti rumitnya memahami dirimu yang dalam secangkir kecil berharga fantastis. Kalau dipikir, tak bakalan aku sanggup membelimu. Kau kopi dengan segala rasa, segala raja. Mustahil wanita-wanita itu tak tertarik padamu. Seberapapun pahit, mereka tidak akan mengernyit. Kau kopi yang setiap pagi sungguh ingin kuteguk, buat mengawali semua hari-hariku yang busuk. Tapi aku tak punya uang, ah….tunggulah aku dapat undian jutaan sayang, diantara tujuhbelas hingga duapuluhtiga besok.

 

                                                                                                                                0109- 1435